Teheran (KABARIN) - Ibu kota Iran, Teheran, dilaporkan mengalami pemadaman listrik setelah serangan yang disebut melibatkan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Gangguan ini juga dirasakan di sejumlah provinsi di Iran utara, termasuk wilayah Alborz.
Kementerian Energi Iran mengonfirmasi bahwa pemadaman terjadi akibat serangan yang menyasar infrastruktur kelistrikan di wilayah tersebut.
"Beberapa menit lalu, akibat serangan AS dan Israel terhadap pembangkit listrik di Provinsi Teheran serta sejumlah distrik di Teheran dan Provinsi Alborz, listrik terputus. Tim teknis Kementerian Energi sedang berupaya mengatasi masalah ini," kata kementerian tersebut seperti dikutip Nour News.
Laporan menyebutkan, pecahan proyektil menghantam menara listrik tegangan tinggi di Alborz. Insiden ini menyebabkan aliran listrik terganggu dan berdampak luas ke beberapa daerah.
Selain itu, serangan juga dilaporkan merusak gardu induk di wilayah Dowshan Tappeh. Dampaknya, sejumlah distrik di Teheran dan kota Karaj ikut mengalami pemadaman listrik.
Situasi ini menambah panas konflik yang sebelumnya sudah memanas. Pada 28 Februari lalu, AS dan Israel diketahui melancarkan serangan ke sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran. Serangan tersebut menyebabkan kerusakan infrastruktur dan dilaporkan menewaskan warga sipil.
Sebagai respons, Iran kemudian melakukan serangan balasan dengan menargetkan wilayah Israel serta fasilitas militer milik AS di kawasan Timur Tengah.
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026